Kamis, 28 Februari 2013


Rumah Tradisional Korea Selatan
한옥(Hanok)

Setiap suku bangsa di dunia ini mempunyai rumah tradisional yang berbeda-beda dengan suku bangsa lainnya. Indonesia contohnya, sebuah negara yang terbentang mulai dari Aceh sampai Papua yang terdiri dari berbagai suku bangsa, mempunyai berbagai macam rumah tradisional pula.

Begitu juga dengan Korea, mempunyai rumah tradisional yang disebut dengan hanok (한옥). Sebutan hanok ini berlaku untuk masyarakat Korea Selatan, karena masyarakat Korea Utara menyebut rumah tradisional Korea dengan sebutan Joseon jib/josôn (조선 ). Laahh kok beda? Ya iyalah, karena masyarakat Korea Utara menyebut Korea dalam bahasa Korea dengan Josôn (조선).


Hanok (한옥) dibangun berdasarkan prinsip fengshui yang dianut masyarakat Korea dimana rumah dibangun berdasarkan kondisi alam atau georafis Korea yang berbukit dan bergunung serta iklim empat musim yang dimiliki negara Korea. Prinsip ini mengatur pembangunan rumah Korea (한옥) membelakangi gunung dan dekat dengan air (sungai). Prinsip ini disebut dengan baesanimsu/bêsanimsu (배산임수).

Gunung dan sungai bagi masyarakat Korea merupakan keselarasan yin dan yang. Gunung atau jajaran pegunungan merupakan unsur yin, sedangkan sungai merupakan unsur yang. Tujuan membelakangi gunung adalah mengurangi udara dingin yang datang dari gunung masuk ke dalam rumah. Aturan lainnya adalah bagian depan rumah menghadap ke arah selatan dan menempatkan pintu masuk utama di bagian timur atau selatan.

Konstruksi hanok (한옥) umumnya terbuat dari kayu, baik kerangkanya, jendela dan juga lantainya. Atap hanok terbuat dari genteng sementara dinding hanok (한옥) biasanya terbuat dari tanah. Lantai hanok (한옥) lebih tinggi sekitar setengah meter sampai  satu meter dari tanah.


A. Model hanok (한옥) berdasarkan geografis Korea

1.    Hanok (한옥) model huruf Miem () atau Persegi

Hanok (한옥) model huruf Miem () ini adalah hanok (한옥) yang ruang-ruang bangunan rumah disusun seperti bangun bidang persegi, atau huruf Miem () dalam aksara Korea.
 Hanok (한옥) model ini membantu menghambat atau mengurangi angin dingin masuk ke bagian dalam rumah.
Rumah model huruf miem () ini adalah model rumah yang banyak dimiliki oleh rakyat biasa yang terdapat di wilayah Korea bagian utara dan bagian tengah. 




2.    Hanok (한옥) model huruf Giyeok/giyôk () atau Nien () atau  letter L 

Hanok (
한옥) model huruf Nien () ini adalah model hanok (한옥) yang ruang-ruang bangunan rumah disusun seperti huruf L dalam abjad. Dalam aksara Korea (Hangeul ~ 한글) menyerupai huruf Giyôk () atau huruf Nien ().
Rumah model ini adalah model rumah rakyat biasa yang banyak terdapat di wilayah Korea bagian selatan yang lebih hangat.


3.    Model huruf  I () atau Letter 1 

Model hanok (한옥) yang seperti huruf I () ini adalah model hanok (한옥) yang ruang-ruang bangunan rumah disusun seperti huruf I dalam abjad, atau huruf I () dalam aksara Korea.
Rumah ini banyak dimliki oleh  para petani kecil yang terdapat di bagian tengah Korea. Di Pulau Jeju yang udaranya lebih hangat daripada di wilayah utara dan dan wilayah tengah juga banyak rumah yang model huruf I ini. 



B.    Macam-Macam atau Jenis-Jenis hanok (한옥)


1.    Umjib (움집) ~ Dugout Huts

Umjib (움집) adalah tipe rumah tradisional Korea yang berbentuk pondok berdinding jerami atau daun-daunan kering. Model rumah seperti ini sudah ada sejak zaman Neolitikum.
Dengan model rumah seperti ini masyarakat Korea pada zaman bisa bertahan menghadapi dinginnya udara musim dingin. Penghangat udara adalah tungku yang terdapat di tengah-tengah pondok.

Rumah model ini (움집) ini sudah mulai ditinggalkan masyarakat Korea lama sejak zaman tiga kerajaan (삼국 시대~samguk sidê), karena mulai sejak zaman tersebut masyarakat Korea sudah tinggal di rumah model hanok (한옥) yang dikenal sekarang.

Tapi kayanya di negara kita masih ada ya rumah yang model begini...? Kalo ngga salah rumah suku Sasak dan rumah tradisional di Papua juga ada yang seperti ini.


2.    Gwiteljib (귀틀집) ~ Log House


Gwiteljib (귀틀집atau Log House adalah model rumah tradisional Korea yang dibuat dengan cara menyusun atau menumpuk batang-batang kayu secara horizontal, berderet dari bawah sampai ke atas.
Untuk mentutupi rongga-rongga di sela-sela kayu, dan melindungi penghuni dari angin dingin, rongga-rongga tersebut dilapisi atau ditutup dengan tanah liat.

Gwiteuljib ini disebut juga dengan bangteuljib (방틀집) atau teulmokjib (틀목집). Rumah tradisional Korea yang seperti ini masih bisa dijumpai di Pulau ulleungdo dan beberapa daerah di daerah provinsi Gangwon.
 

3.    Neowajib (너와집) ~ Shingle Roof House


Neowajib/nôwajib (
너와집adalahjenis rumah tradisional Korea yang atapnya adalah atap sirap atau atap terbuat dari potongan-potongan kayu pinus merah.
Ukuran potongan-potongan kayu ini adalah 30 cm x 60 cm dan ketebalan 4 cm atau 5 cm. Kayu yang digunakan adalah kayu pohon pinus merah yang sudah berumur lebih dari 200 tahun.

Potongan-potongan kayu ini disusun dan kemudian dihimpit dengan batu atau kayu pada bagian atasnya. Keuntungan menggunakan atap dari potongan kayu ini adalah udara di dalam rumah tetap hangat pada saat musim dingin dan pada saat musim panas udara di dalam rumah tetap segar. Rumah model ini dulunya banyak terdapat di pegunungan Korea bagian tengah.

4.    (초가집) ~ Thatced Roof House 

Chogajib (초가집) adalah rumah tradisional Korea yang atapnya adalah berupa jerami, ilalang atau daun-daunan. Bahan atap yang paling banyak digunakan adalah jerami karena jerami banyak tersedia dan juga jerami menjaga rumah tetap hangat di musim dingan dan sejuk di musim panas.
Rumah ini biasanya dimiliki oleh rakyat biasa. Dinding rumah chogajib (
초가집) ini terbuat dari tanah dan dipagari oleh batu-batuan.
Di Korea bagian utara yang lebih dingin atap jeram dibuat lebih tebal dan bagian pinggirnya dibuat menggantug leih rendah. Sementara di Korea bagian tengah atau selatan yang lebih hangat, atap dibuat agak lebih tipis daripada di Korea bagian utara. 


5.    (기와집) ~ Tile Roof House

Giwajib (
기와집) adalah rumah tradisional masyarakat Korea yang atapnya terbuat dari genteng. Model rumah ini merupakan tempat tinggal kaum kelas atas seperti kaum bangsawan atau yangban (양반) pada masa Dinasti Joseon/Josôn (조선)berkuasa di semenanjung Korea.
Giwajib (기와집) ini dibangun berdasarkan prinsip-prinsip confusion yang dianut oleh masyarakat Joseon/Josôn (조선). Misalnya memisahkan ruangan antara ruanga kaum pria dengan ruangan kaum wanita dan anak-anak. 

Rumah model atap genteng atau giwajib (기와집) inilah yang kemudian kita kenal dengan sebutan hanok (한옥).


C.    Bagian-bagian Hanok (한옥)

1.    Cheoma/choma (처마)

Cheoma/choma (처마) adalah bagian ujung  atap hanok yang melengkung. Choma/choma (처마) merupakan salah satu unsur yang sangat penting bagi hanok karena panjang atau ukuran choma (처마) menentukan jumlah sinar matahari dan angin yang masuk ke dalam rumah atau hanok (한옥).
Dengan demikian udara di dalam hanok pada saat musim dingin rumah tetap hangat sementara pada musim panas rumah tetap segar. 

Bentuk cheoma yang ujungnya melengkung dengan lembut merupakan salah satu bentuk artistik hanok yang membuat hanok terlihat indah.


2.    Bang ()

Bang (
) adalah ruangan, maksudnya di sini adalah ruang-ruangan yang terdapat di dalam hanok. Ruang-ruangan di dalam hanok dibuat berdasarkan aturan-aturan konfusian yang berkembang di Korea.
Konfusian mengatur pemisahan ruangan di dalam rumah antara ruangan untuk pria yang disebut sarangbang (사랑방)dengan ruangan untuk wanita dan anak-anak anbang (안방)

         a.    Sarangbang (사랑방)

Sarangbang (
사랑방) adalah ruangan untuk kaum pria atau kepala keluarga. Ruangan ini posisinya berada di bagian paling depan bangunan rumah. Di sarangbang (사랑방) inilah kaum pria menerima tamu dan belajar.
Di rumah petani dan rumah rakyat biasa yang ukurannya tidak besar, untuk memisahkan ruangan pria (사랑방) dengan ruangan wanita dan anak-anak (안방) biasanya menggunakan byeongpung/byôngpung (병풍) atau folding screen.
Tetapi rumah kaum bangsawan yang besar biasanya memisahkan bangunan antara bangunan untuk kaum pria dan bangunan untuk kaum wanita dan anak-anak. Bangunan sarangbang (
사랑방) yang terpisah ini dengan disebut dengan sarangchae atau sarangchê (사랑채).
Di dalam sarangbang ini terdapat rak buku, meja belajar yang diatasnya tersedia 4 sahabat ruangan pelajar atau yang dikenal dengan munbangsau (
문방사우) atau  empat harta karun dalam belajar.
Munbangsau (
문방사우) ini adalah kertas, kuas, batang tinta dan batang tinta. Dan juga ada folding screen yang berisi lukisan Four Gracious Plants, yaitu plum blossom, chrysanthemum, Orchid dan bambu. Four gracias plants ini disebut dengan sagunja (사군자)


             b.    Anbang (안방)

Anbang (안반dalah ruangan yang digunakan untuk kaum wanita dan anak-anak. Di sini tidak ada kaum pria termasuk suami sendiri. Ruangan ini digunakan kaum wanita (isteri) untuk beraktifitas dan pada malam hari berfungsi sebagai kamar tidur bersama suaminya.
Di ruangan ini terdapat lemari yang berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, dokumen, perlengkapan tidur seperti kasur dan selimut yang bisa dilipat dan disimpan. Di lantai juga ada kaca rias yang disebutgyeongdae/gyôngdê (경대yang terdapat dalam kotak kecil.
Di dalam rumah yang lebih besar bangunan yang terpisah untuk kaum wanita disebut dengan anchae/anchê (안채).  Bangunan ini berfungsi sebagai bangunan utama rumah. Di dalam anchê (안채) ini ada ruang yang yang berada di depan anbang yang disebut dengan geonneonbang/ gônnônbang (건넌방).


     c.    Sarangdaecheong (사랑대청)
Daecheong ~ dêchông (대청atausarangdaecheong (sarangdêchông ~ 사랑대청adalah ruang terbuka atau bisa juga disebut dengan teras atau koridor yang beratap yang menghubungkan ruangan utama dengan bangunan depan yang menghadap ke halaman. Di sini biasanya digunakan keluarga untuk berkumpul dan mengadakan perayaan khusus seperti pernikahan.


3.    Bueok~buôk (부엌)

Bueok/buôk (부엌) adalah dapur. Posisi dapur lebih rendah sekitar 75 cm - 90cm daripada bangunan utama rumah. Tungku di dapur berfungsi sebagai tempat memasak juga berfungsi sebagai sumber pemanas tradisional (ondol ~ 온돌) bagi rumah-rumah tradisional Korea.


4.    Ondol 
Ondol (우돌) adalah sistem penghangat atau pemanas tradisional yang terdapat pada hanok. Tungku ondol biasanya terdapat di dapur yang sekaligus digunakan untuk memasak. Tetapi ada juga yang terdapat di bagian belakang rumah.
Di bawah lantai rumah tradisional korea yang lantainya dari kayu dibuat lorong yang digunakan sebagai aliran penghangat rumah pada saat musim dingin. Lorong untuk aliran yang menghangatkan rumah ini berpangkal pada bagian belakang tungku di dapur, menuju bawah lantai ruang keluarga dan kamar. Jadi dengan demikian rumah-rumah tradisional Korea tetap hangat selama musim dingin.
Rumah-rumah tradisional korea di Pulau Jeju tidak dilengkapi dengan pemanas ondol, seperti halnya rumah-rumah yang terdapat di wilayah utara dan tengah. Mereka memperoleh udara hangat pada saat musim dingin dengan cara memanfaatkan panas yang berasal dari dapur.
 
5.    Sadang (사당)

Sadang (
사당), yaitu bangunan atau ruangan yang digunakan sebagai ruang abu atau ruang altar untuk arwah para leluhur yang sudah meninggal.



6.    Jangdokdae ~ jangdokdê (장독대)

Jangdokdê (
장독대adalah tempayan-tempayan tembikar yang digunakan untuk membuatan kimchi. Jangdok ini adalah sebutan untuk onggi (옹기 ~ tempayan tembikar) untuk pembuatan kimchi dan doenjang, gochujang yang terletak di area halaman belakang atau samping rumah. Di Korea ada yang disebut dengan kimjang (김장) yaitu membuat kimchi pada saat musim gugur  untuk persediaan selama musim dngin. Sekarang sih sudah ada lemari es khusus kimchi. 


7.  Soseldaemun ~ Soseldêmun (솟을대문)
Soseldêmun (
솟을대문) adalah pintu gerbang utama hanok. Biasanya pintu gerbang yang seperti ini terdapat di rumah-rumah bangsawan atau yangban (양반).

Bagian-bagian lain yang terdapat di dalam area rumah tradisional korea adalah
 :
1.     Madang (마당) atau halaman rumah.
2.     Haengnangchae ~ hêngnangchê (행랑채) atau bangunan untuk tempat tinggal para pelayan yang berada di dekat pintu masuk.
3.     Gwangchae ~ gwangchê (광채) atau bangunan untuk gudang. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar